BATIK BUSUREK

1/12/2017 Unknown 0 Comments


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenakan Batik Besurek dalam ajang Hari Pers Nasional yang dilaksanakan di Bengkulu pada tanggal 1 - 10 Februari 2014.

Batik Besurek  adalah batik khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Pada umumnya, batik ini berciri khas kaligrafi dengan perpaduan rafflesia sebagai motifnya yang merupakan simbol khas Bengkulu. Asal usul dinamakan Batik Besurek dikarenakan batik ini menggunakan motif-motif bertuliskan kaligrafi Arab. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang artinya bersurat atau tulisan.
Batik Besurek diperkenalkan pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17 kepada masyarakat di Bengkulu. Seiring dengan perkembangannya, seni dalam membuat motif pada kain tersebut dipadukan dengan tradisi Indonesia yang berciri khas Bengkulu.
Batik Besurek mulai diproduksi para perajin sejak tahun 1988. Elly Sumiati dan Doni Roesmandai merupakan dua perajin Batik Besurek yang merupakan pelopor batik ini di Kota Bengkulu.
Berikut ini beberapa motif yang biasa digunakan dalam Batik Besurek:
·         Motif kaligrafi merupakan motif yang diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Batik Besurek untuk upacara adat bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca dan memiliki makna, namun sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab yang tidak memiliki makna yang jelas.

·         Motif rafflesia merupakan motif bergambar padma raksasa khas bengkulu. Motif ini sebagai motif utama kain besurek setelah kaligrafi.

·         Motif burung kuau merupakan kain besurek bergambar burung kuau yang berupa rangkaian huruf-huruf kaligrafi.

·         Motif relung kaku adalah motif Batik Besurek dengan bentuk meliuk-liuk seperti tumbuhan paku.

·         Motif rembulan adalah motif yang dibuat perpaduan antara gambar bulan dengan motif kaligrafi.





You Might Also Like

0 comments: