BATIK BUSUREK
![]() |
Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono mengenakan
Batik Besurek dalam ajang Hari Pers Nasional yang dilaksanakan di Bengkulu pada tanggal 1 - 10
Februari 2014.
|
Batik Besurek adalah batik khas Bengkulu yang
bermotif kaligrafi Arab. Pada umumnya, batik ini berciri khas kaligrafi dengan
perpaduan rafflesia sebagai
motifnya yang merupakan simbol khas Bengkulu. Asal usul dinamakan Batik
Besurek dikarenakan batik ini menggunakan motif-motif bertuliskan kaligrafi
Arab. Besurek merupakan bahasa Melayu dialek Bengkulu yang
artinya bersurat atau tulisan.
Batik Besurek diperkenalkan pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17 kepada masyarakat di Bengkulu. Seiring
dengan perkembangannya, seni dalam membuat motif pada kain tersebut dipadukan
dengan tradisi Indonesia yang berciri khas Bengkulu.
Batik Besurek mulai diproduksi para perajin sejak tahun 1988.
Elly Sumiati dan Doni Roesmandai merupakan dua perajin Batik Besurek yang
merupakan pelopor batik ini di Kota Bengkulu.
Berikut ini beberapa motif yang
biasa digunakan dalam Batik Besurek:
·
Motif
kaligrafi merupakan motif yang diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Batik
Besurek untuk upacara adat bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca dan memiliki
makna, namun sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab yang tidak
memiliki makna yang jelas.
·
Motif
rafflesia merupakan motif bergambar padma raksasa khas
bengkulu. Motif ini sebagai motif utama kain besurek setelah kaligrafi.
·
Motif burung
kuau merupakan kain besurek bergambar burung kuau yang berupa
rangkaian huruf-huruf kaligrafi.
·
Motif relung
kaku adalah motif Batik Besurek dengan bentuk meliuk-liuk seperti tumbuhan paku.
·
Motif
rembulan adalah motif yang dibuat perpaduan antara gambar bulan dengan motif
kaligrafi.






0 comments: